This is the way I see the world and live my life. Whatever has happened and will happen, I believe that my life was, is, and will be wonderful

Text

Teringat akan skripsi yang tak kunjung saya sentuh, teringat pula pada lembar terima kasih di halaman depan skripsi.

Terlalu lama rasanya jika menunggu waktu itu untuk mengucapkan rasa terima kasih kepada kedua orang tua saya.

Beberapa bulan lagi genap 10 tahun saya meninggalkan rumah, merantau. Dan, dalam beberapa bulan kedepan pendidikan Strata 1 saya pun akan segera berakhir. Namun, ucapan terima kasih belum sekali pun saya utarakan pada kedua orang tua.

Atas kerja kerasnya mengusahakan saya bersekolah di di tempat terbaik di negeri ini, sejauh dan semahal apapun.

Atas keberaniannya membiarkan saya dididik oleh kerasnya dunia diluar rumah.

Atas segala dukungan dan doa mereka pada apapun rencana hidup saya, meskipun pertengkaran kerap tak terelakkan.   

Maaf atas segala ketidaktahuan diri saya yang hanya menelpon ketika butuh uang.

Maaf atas segala ke-keraskepala-an saya menentang semua hal yang tidak sesuai dengan keinginan saya.

Maafkan saya yang akan semakin jarang pulang ke rumah.

Maaf atas kepribadian saya yang pemalu, yang tidak sanggup mengutarakan ini semua sambil saling bertatap muka.

Saya hanya sanggup mengungkapkan rasa terima kasih lewat keputusan-keputusan hidup saya, mencoba menjadi sebaik-baiknya manusia di muka bumi.

Semoga perjuangan mereka tidak sia-sia.

"How do I live my life?"

- Pertanyaan yang akhir-akhir ini semakin sering terngiang di telinga, menuntut untuk segera dijawab

Khaosan Road part 2